Gaji Belum Bayar, Para Influencer Tuntut Badan Propaganda Israel Lebih dari Rp10 Miliar
Selasa, 17 Maret 2026 - 06:50 WIB
Pada September 2024, pemerintah Israel menyetujui tambahan 150 juta shekel (lebih dari Rp831 miliar) untuk upaya Hasbara di Kementerian Luar Negeri, melengkapi anggaran yang sudah ada sebesar 520 juta shekel (lebih dari Rp2,8 triliun). Pendanaan tambahan tersebut diambil dari anggaran pendidikan tinggi.
Pada bulan yang sama, Kementerian Luar Negeri, yang dipimpin oleh Gideon Saar, membentuk direktorat diplomasi publik baru yang bertujuan untuk mempekerjakan blogger dan influencer media sosial. Hal ini mencerminkan kekhawatiran bahwa upaya propaganda Israel kurang efektif.
Pada Juni 2024, terungkap bahwa Menteri Urusan Diaspora Amichai Chikli memimpin kampanye propaganda yang menargetkan kampus-kampus perguruan tinggi Amerika Serikat dan bertujuan untuk mendefinisikan ulang antisemitisme dalam hukum AS.
Setahun kemudian, pada Mei 2025, kementerian yang dipimpin Chikli tersebut menawarkan kepada pemerintah kota pemukiman hingga satu juta shekel (USD325.000) untuk melakukan kampanye propaganda di Israel dan luar negeri.
Pada bulan yang sama, Kementerian Luar Negeri, yang dipimpin oleh Gideon Saar, membentuk direktorat diplomasi publik baru yang bertujuan untuk mempekerjakan blogger dan influencer media sosial. Hal ini mencerminkan kekhawatiran bahwa upaya propaganda Israel kurang efektif.
Pada Juni 2024, terungkap bahwa Menteri Urusan Diaspora Amichai Chikli memimpin kampanye propaganda yang menargetkan kampus-kampus perguruan tinggi Amerika Serikat dan bertujuan untuk mendefinisikan ulang antisemitisme dalam hukum AS.
Setahun kemudian, pada Mei 2025, kementerian yang dipimpin Chikli tersebut menawarkan kepada pemerintah kota pemukiman hingga satu juta shekel (USD325.000) untuk melakukan kampanye propaganda di Israel dan luar negeri.
(mas)
Lihat Juga :