Gaji Belum Bayar, Para Influencer Tuntut Badan Propaganda Israel Lebih dari Rp10 Miliar

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:50 WIB
Salah satu perusahaan yang menyediakan studio khusus untuk wawancara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant sekarang menuntut lebih dari setengah juta shekel (Rp2,7 miliar) sebagai "gaji" yang belum dibayar.

Perusahaan lain, Intellect, menuntut lebih dari 1,5 juta shekel (Rp8,2 miliar) dari Kantor Perdana Menteri Israel selaku pihak yang mengawasi direktorat Hasbara.

Menurut laporan Calcalist, "Intellect mendanai penerbangan ke Den Haag, yang digunakan oleh aktivis influencer yang beroperasi melawan demonstrasi pro-Palestina menjelang sidang di pengadilan di Den Haag.”

Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan terdapat “ketidakberaturan dalam praktik pengadaan direktorat diplomasi publik” tetapi tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut karena proses hukum yang sedang berlangsung.

Sejak Oktober 2023, upaya propaganda juga dijalankan oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Diaspora. Kedua kementerian ini telah mengalokasikan dana yang signifikan untuk menyebarkan propaganda Israel yang tanpa malu-malu menyangkal bahwa mereka telah melakukan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!