Israel Ingin Lanjutkan Perang 3 Minggu Lagi, Iran Justru Menolak Akhiri Konflik

Senin, 16 Maret 2026 - 06:13 WIB
“Kehadiran pasukan AS di Teluk Persia telah menjadi faktor utama penyebab ketidakamanan selama 50 tahun terakhir," katanya dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi SNN Iran.

"Mustahil untuk menjamin keamanan di sana kecuali Amerika Serikat menarik diri dari kawasan tersebut, dan negara-negara regional, khususnya Iran dan Oman, mengambil kendali atas Selat Hormuz,” lanjut Rezaee.

"Akhir perang juga ada di tangan kami," imbuh Rezaee.

Menurut Rezaee, Republik Islam Iran telah berhasil "menghancurkan prestise Amerika", dan pada akhirnya akan muncul dari konflik yang sedang berlangsung sebagai kekuatan dengan "kedudukan yang lebih besar di kawasan ini".

Dalam sebuah unggahan di X pada Rabu pekan lalu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menulis, "Satu-satunya cara untuk mengakhiri perang ini... adalah dengan mengakui hak-hak sah Iran, pembayaran ganti rugi, dan jaminan [internasional] yang tegas menentang agresi di masa depan."

Keesokan harinya, media Iran merilis pidato publik pertama pemimpin tertinggi yang baru diangkat, Mojtaba Khamenei, di mana dia juga bersumpah untuk menuntut ganti rugi dari musuh.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!