Inilah Pasukan Elite NOPO Serba Hitam, Perisai untuk Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

Jum'at, 13 Maret 2026 - 12:44 WIB
Meskipun secara nominal bertugas menyelamatkan sandera, NOPO sangat terlibat dalam penindasan kekerasan terhadap protes, termasuk protes mahasiswa tahun 1999, kerusuhan tahun 2019, dan protes Mahsa Amini, dan dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius.

"NOPO adalah akronim Farsi untuk Nirouyeh Vijeh Pasdaran Velayat, yang diterjemahkan menjadi Pasukan Khusus untuk Melindungi Pemimpin Tertinggi," kata Safavi. "Velayat tidak selalu merujuk pada pemimpin tertinggi tetapi seluruh rezim," ujarnya.

Dia mencatat bahwa seiring waktu, pasukan khusus tersebut telah berkembang menjadi unit yang sangat terspesialisasi dan berbeda dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang lebih luas, cabang militer yang didirikan pada tahun 1979 untuk membela Republik Islam dan kepemimpinannya dari ancaman internal dan eksternal.

Menurut Safavi, NOPO hanya terdiri dari enam brigade. Empat ditempatkan di Teheran, satu di Mashhad, dan satu di Isfahan.

"Mereka jauh lebih mematikan, kejam, dan terlatih daripada IRGC," klaimnya sebelum menjelaskan bagaimana loyalitas brigade tersebut kepada Pemimpin Tertinggi. "Pasukan ini digunakan untuk melindungi Khamenei," kata Safavi.

"Mereka sangat lengkap peralatannya. Khamenei tidak mempercayai pasukan keamanan lain untuk perlindungannya," paparnya.

Menurut laporan Fox News, beberapa anggota unit tersebut kemungkinan tewas dalam pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, tetapi Safavi mencatat bahwa pasukan tersebut tetap beroperasi penuh.

“Beberapa anggota NOPO mungkin terbunuh ketika Khamenei terbunuh, tetapi faktanya mereka sekarang terlibat dalam tindakan penindasan dan pengamanan yang juga dilakukan rezim dalam beberapa hari terakhir untuk mencegah terjadinya protes,” katanya, menambahkan bahwa aktivitas pasukan elite tersebut melampaui perlindungan pribadi di masa krisis.

“Tetapi di masa krisis, seperti yang terjadi selama pemberontakan Januari, mereka sangat terlibat dalam menembaki para demonstran,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!