Tentara Prancis Tewas untuk Pertama Kalinya di Tengah Perang Iran vs AS-Israel
Jum'at, 13 Maret 2026 - 11:05 WIB
Lebih dari 900 tentara Prancis ditempatkan di negara itu sebagai bagian dari misi yang dipimpin AS yang diluncurkan lebih dari satu dekade lalu untuk melemahkan dan menghancurkan kelompok ISIS.
Meski Macron tidak menyebutkan siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi menurut pemerintah daerah Kurdi, serangan terhadap pangkalan Peshmerga dilakukan oleh kelompok militan pro-Iran.
Sementara itu, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengumumkan pada hari Jumat (13/3/2026) bahwa pasukan Perlawanan Irak telah menembak jatuh pesawat pengisian bahan bakar KC-135 AS dengan sistem rudal di wilayah udara Irak. Pengumuman ini sebagai bantahan atas klaim militer Amerika bahwa pesawat tersebut jatuh diduga akibat tabrakan dengan pesawat lain.
“Salah satu pesawat pengisian bahan bakar AS telah terkena sistem pertahanan udara Perlawanan Irak di Irak barat dan jatuh,” kata Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya melalui seorang juru bicaranya, sebagaimana dikutip Tasnim News Agency.
“Semua personel pesawat tewas,” lanjut markas tersebut.
Sebelumnya, Komando Pusat (CENTCOM) AS menduga pesawat itu jatuh setelah bertabrakan dengan pesawat lain.
“Komando Pusat AS mengetahui kehilangan pesawat pengisian bahan bakar KC-135 AS. Insiden tersebut terjadi di wilayah udara sekutu selama Operasi Epic Fury, dan upaya penyelamatan sedang berlangsung,” kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan CENTCOM menambahkan bahwa dua pesawat diduga bertabrakan. Namun CENTCOM tidak merinci jenis pesawat kedua.
Meski Macron tidak menyebutkan siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi menurut pemerintah daerah Kurdi, serangan terhadap pangkalan Peshmerga dilakukan oleh kelompok militan pro-Iran.
Pesawat KC-135 AS Jatuh
Sementara itu, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengumumkan pada hari Jumat (13/3/2026) bahwa pasukan Perlawanan Irak telah menembak jatuh pesawat pengisian bahan bakar KC-135 AS dengan sistem rudal di wilayah udara Irak. Pengumuman ini sebagai bantahan atas klaim militer Amerika bahwa pesawat tersebut jatuh diduga akibat tabrakan dengan pesawat lain.
“Salah satu pesawat pengisian bahan bakar AS telah terkena sistem pertahanan udara Perlawanan Irak di Irak barat dan jatuh,” kata Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya melalui seorang juru bicaranya, sebagaimana dikutip Tasnim News Agency.
“Semua personel pesawat tewas,” lanjut markas tersebut.
Sebelumnya, Komando Pusat (CENTCOM) AS menduga pesawat itu jatuh setelah bertabrakan dengan pesawat lain.
“Komando Pusat AS mengetahui kehilangan pesawat pengisian bahan bakar KC-135 AS. Insiden tersebut terjadi di wilayah udara sekutu selama Operasi Epic Fury, dan upaya penyelamatan sedang berlangsung,” kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan CENTCOM menambahkan bahwa dua pesawat diduga bertabrakan. Namun CENTCOM tidak merinci jenis pesawat kedua.
Lihat Juga :