Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Baru Iran yang Dibenci AS

Senin, 09 Maret 2026 - 11:25 WIB
Pada tahun 2024, sebuah video yang menampilkan pengumuman penangguhan kelas hukum Islam yang dia ajarkan di Qom tersebar luas, memicu spekulasi tentang alasannya.

Mojtaba sangat mirip dengan ayahnya, dan mengenakan sorban hitam seorang sayyid, yang menunjukkan bahwa keluarganya menelusuri garis keturunannya hingga Nabi Muhammad SAW.

Para kritikus mengatakan Mojtaba tidak memiliki kredensial ulama yang cukup untuk menjadi pemimpin tertinggi—Hojjatoleslam berada satu tingkat di bawah pangkat Ayatollah, posisi yang dipegang oleh ayahnya dan Ruhollah Khomeini, pendiri Republik Islam.

Namun dia tetap menjadi kandidat, terutama setelah kandidat utama lainnya untuk peran tersebut—mantan presiden Ebrahim Raisi —meninggal dalam kecelakaan helikopter pada tahun 2024.

Sebuah kawat diplomatik AS yang ditulis pada tahun 2007 dan diterbitkan oleh WikiLeaks mengutip tiga sumber Iran yang menggambarkan Mojtaba sebagai jalan untuk mencapai Khamenei.

Mojtaba secara luas diyakini berada di balik kebangkitan mendadak tokoh garis keras Mahmoud Ahmadinejad, yang terpilih sebagai presiden pada tahun 2005.

Mojtaba mendukung Ahmadinejad pada tahun 2009 ketika dia memenangkan masa jabatan kedua dalam pemilu yang dipersengketakan yang mengakibatkan protes anti-pemerintah yang ditindas secara brutal oleh Basij dan pasukan keamanan lainnya.

Mehdi Karroubi, seorang ulama moderat yang dalam pemilu tersebut, menulis surat kepada Khamenei pada saat itu bahwa dia keberatan atas peran Mojtaba dalam mendukung Ahmadinejad. Khamenei menolak klaim tersebut.

Istri Mojtaba, yang tewas dalam serangan udara Sabtu lalu, adalah putri dari seorang tokoh garis keras terkemuka, mantan ketua parlemen Gholam-Ali Haddad-Adel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!