Trump: Perubahan Rezim di Kuba Hanya Masalah Waktu

Sabtu, 07 Maret 2026 - 09:00 WIB
Tidak ada pengiriman minyak yang mencapai Kuba sejak awal Januari, memaksa maskapai penerbangan untuk membatalkan penerbangan dan memperburuk krisis ekonomi yang sudah parah di pulau itu.

Penurunan pasokan energi ini berasal dari blokade yang diberlakukan AS terhadap minyak Venezuela – sumber bahan bakar utama Kuba – setelah intervensi Washington di sana dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Meksiko juga menghentikan pengiriman minyak di bawah tekanan AS, memutus Kuba dari pasokan luar dan memicu pemadaman listrik di seluruh pulau.

Berbicara tentang operasi di Caracas, Trump sebelumnya menyatakan ia akan berperan dalam menentukan siapa yang akan memerintah negara itu selanjutnya.

“Kami akan sangat terlibat di dalamnya,” kata Trump saat itu, menambahkan Amerika Serikat “tidak bisa mengambil risiko” tentang siapa yang akan menggantikan Maduro.

Trump juga mengisyaratkan Pentagon dapat dengan mudah menangkap Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel dalam operasi serupa dengan yang dilakukan di Venezuela, dengan mengatakan serangan semacam itu "tidak akan terlalu sulit."

Baca juga: Harga Minyak Meroket ke Level Tertinggi Sejak 2023 karena Perang, Bisa Tembus Berapa?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!