Kim Jong-un: Jika Iran Minta, Satu Rudal Saja Cukup untuk Lenyapkan Israel
Kamis, 05 Maret 2026 - 08:56 WIB
Pada 1 Maret, kurang dari 24 jam setelah serangan dimulai, Korea Utara mengeluarkan pernyataan resmi yang membahas situasi tersebut. Pernyataan itu dikaitkan dengan juru bicara yang tidak disebutkan namanya dari Kementerian Luar Negeri negara itu, sebuah langkah yang menurut para analis memberikan ruang bagi pesan yang lebih tegas dari kepemimpinan jika diperlukan.
Dalam pernyataannya, Pyongyang menguraikan beberapa poin penting.
Pertama, mereka menggambarkan serangan Israel-AS terhadap Iran sebagai tindakan agresi ilegal dan salah satu pelanggaran kedaulatan yang paling berat.
Kedua, mereka berpendapat bahwa serangan itu dapat diprediksi mengingat apa yang mereka gambarkan sebagai perilaku dan aktivitas hegemonik Washington di kawasan itu.
Ketiga, Korea Utara mengutuk apa yang mereka sebut sebagai penyalahgunaan kekuatan militer dan pelanggaran hukum internasional.
Keempat, pernyataan tersebut mengeklaim bahwa Amerika Serikat telah memainkan peran yang semakin merusak selama setahun terakhir dalam melemahkan perdamaian dan stabilitas global.
Terakhir, Pyongyang mengatakan bahwa negara-negara yang terlibat di kawasan tersebut harus secara tepat mengidentifikasi para agresor dalam konflik dan memenuhi tanggung jawab mereka untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Pyongyang menguraikan beberapa poin penting.
Pertama, mereka menggambarkan serangan Israel-AS terhadap Iran sebagai tindakan agresi ilegal dan salah satu pelanggaran kedaulatan yang paling berat.
Kedua, mereka berpendapat bahwa serangan itu dapat diprediksi mengingat apa yang mereka gambarkan sebagai perilaku dan aktivitas hegemonik Washington di kawasan itu.
Ketiga, Korea Utara mengutuk apa yang mereka sebut sebagai penyalahgunaan kekuatan militer dan pelanggaran hukum internasional.
Keempat, pernyataan tersebut mengeklaim bahwa Amerika Serikat telah memainkan peran yang semakin merusak selama setahun terakhir dalam melemahkan perdamaian dan stabilitas global.
Terakhir, Pyongyang mengatakan bahwa negara-negara yang terlibat di kawasan tersebut harus secara tepat mengidentifikasi para agresor dalam konflik dan memenuhi tanggung jawab mereka untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Risiko dan Peluang Strategis bagi Korut
Lihat Juga :