Kilang Minyak Terbesar Arab Saudi Diserang Drone Iran, Perang Makin Membara

Selasa, 03 Maret 2026 - 13:19 WIB
“Serangan terhadap kilang Ras Tanura di Arab Saudi menandai peningkatan yang signifikan, dengan infrastruktur energi Teluk sekarang menjadi sasaran utama Iran,” kata Torbjorn Soltvedt, analis utama Timur Tengah di Verisk Maplecroft, sebuah perusahaan intelijen risiko.

“Serangan ini kemungkinan juga akan mendorong Arab Saudi dan negara-negara Teluk tetangganya untuk bergabung dalam operasi militer AS dan Israel melawan Iran," ujarnya, seperti dikutip dari The Telegraph, Selasa (3/3/2026).

Iran telah menargetkan banyak negara tetangganya yang menjadi tuan rumah pangkalan AS, sementara serangan terhadap kilang minyak bisa jadi merupakan taktik yang disengaja untuk mengganggu perdagangan global.

Sumber dari Kementerian Energi mengatakan kepada Saudi Press Agency: “Beberapa unit operasional di kilang tersebut ditutup sebagai tindakan pencegahan, tanpa dampak apa pun terhadap pasokan produk minyak bumi ke pasar lokal”.

Harga minyak telah melonjak, dengan minyak mentah Brent, patokan internasional, naik lebih dari 13 persen menjadi lebih dari USD82 per barel ketika pasar dibuka pada Minggu malam.

Iran telah menargetkan hotel, pelabuhan, kawasan industri, dan infrastruktur minyak di negara-negara Teluk sejak serangan gabungan AS-Israel memulai konflik pada hari Sabtu.

Menjelang konflik, Arab Saudi secara terbuka mengatakan bahwa mereka ingin melihat solusi diplomatik dan kesepakatan yang kredibel dengan Iran untuk meredakan ketegangan.

Namun, sumber-sumber mengatakan kepada The Washington Post bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mendukung serangan tersebut selama beberapa kali panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!