Kilang Minyak Terbesar Arab Saudi Diserang Drone Iran, Perang Makin Membara
Selasa, 03 Maret 2026 - 13:19 WIB
Kilang minyak diserang dua drone, diduga berasal dari Iran, ketika perang antara Iran dengan AS-Israel semakin membara. Foto/Times of Israel
RIYADH - Kilang minyak terbesar Arab Saudi dilaporkan telah menjadi sasaran serangan drone-drone Iran pada hari Senin. Ini menandai perang di Timur Tengah, yang dipicu serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Teheran, semakin meluas dan membara.
Perusahaan minyak terbesar Arab Saudi, Aramco, telah menutup sebagian kilang Ras Tanura setelah dua drone dicegat di sekitarnya, dengan puing-puingnya menyebabkan kebakaran kecil.
Baca Juga: Mengapa Rusia dan China Tak Menolong Iran Melawan AS-Israel? Ini Analisisnya
Beberapa jam kemudian, rudal Iran yang menargetkan Pangkalan Udara Pangeran Sultan di dekat Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh. Menurut saksi mata, rudal tersebut berhasil dicegat dan memicu ledakan di atas kota Al Kharj.
Pangkalan tersebut menampung personel Amerika Serikat dan telah berulang kali menjadi sasaran dalam beberapa hari terakhir. Setelah serangan tersebut, seorang pejabat militer Arab Saudi mengatakan bahwa tentara telah meningkatkan tingkat kesiapannya.
Kompleks minyak Ras Tanura menampung salah satu kilang terbesar di Timur Tengah, dengan kapasitas 550.000 barel per hari, dan berfungsi sebagai pusat ekspor penting untuk minyak mentah Arab Saudi.
Seorang juru bicara dari Kementerian Pertahanan Saudi mengatakan di TV Al Arabiya bahwa tidak ada korban luka akibat serangan terhadap kilang tersebut.
Perusahaan minyak terbesar Arab Saudi, Aramco, telah menutup sebagian kilang Ras Tanura setelah dua drone dicegat di sekitarnya, dengan puing-puingnya menyebabkan kebakaran kecil.
Baca Juga: Mengapa Rusia dan China Tak Menolong Iran Melawan AS-Israel? Ini Analisisnya
Beberapa jam kemudian, rudal Iran yang menargetkan Pangkalan Udara Pangeran Sultan di dekat Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh. Menurut saksi mata, rudal tersebut berhasil dicegat dan memicu ledakan di atas kota Al Kharj.
Pangkalan tersebut menampung personel Amerika Serikat dan telah berulang kali menjadi sasaran dalam beberapa hari terakhir. Setelah serangan tersebut, seorang pejabat militer Arab Saudi mengatakan bahwa tentara telah meningkatkan tingkat kesiapannya.
Kompleks minyak Ras Tanura menampung salah satu kilang terbesar di Timur Tengah, dengan kapasitas 550.000 barel per hari, dan berfungsi sebagai pusat ekspor penting untuk minyak mentah Arab Saudi.
Seorang juru bicara dari Kementerian Pertahanan Saudi mengatakan di TV Al Arabiya bahwa tidak ada korban luka akibat serangan terhadap kilang tersebut.
Lihat Juga :