Trump: Negara-negara Arab Ingin Gabung Perang AS-Israel Melawan Iran
Selasa, 03 Maret 2026 - 06:42 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas pada hari pertama serangan AS-Israel.
Pada hari-hari berikutnya, Iran mengarahkan serangan ke Bahrain, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Trump menggambarkan keputusan Iran untuk menyerang negara-negara tersebut sebagai kejutan terbesar dalam kampanye militer sejauh ini.
"Mereka (Iran) menembak ke sebuah hotel, mereka menembak ke sebuah gedung apartemen. Itu hanya membuat mereka marah. Mereka (negara-negara Arab) mencintai kita, tetapi mereka mengamati. Tidak ada alasan bagi mereka untuk terlibat," katanya.
"Kita menghancurkan mereka [Iran], tetapi gelombang besar masih akan datang," katanya. "Saya pikir semuanya berjalan dengan sangat baik. Ini sangat kuat. Kita memiliki militer terhebat di dunia, dan kita menggunakannya."
Berbicara di Gedung Putih dalam komentar publik pertamanya sejak perang melawan Iran dimulai, dia mengatakan bahwa Amerika Serikat sudah "jauh lebih maju" dari jadwal awalnya, dengan mengatakan proyeksi awal menempatkan kampanye militer tersebut pada empat hingga lima minggu. Dia mengatakan AS memiliki kemampuan untuk bertahan lebih lama jika diperlukan.
Pada hari-hari berikutnya, Iran mengarahkan serangan ke Bahrain, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Trump menggambarkan keputusan Iran untuk menyerang negara-negara tersebut sebagai kejutan terbesar dalam kampanye militer sejauh ini.
"Mereka (Iran) menembak ke sebuah hotel, mereka menembak ke sebuah gedung apartemen. Itu hanya membuat mereka marah. Mereka (negara-negara Arab) mencintai kita, tetapi mereka mengamati. Tidak ada alasan bagi mereka untuk terlibat," katanya.
"Kita menghancurkan mereka [Iran], tetapi gelombang besar masih akan datang," katanya. "Saya pikir semuanya berjalan dengan sangat baik. Ini sangat kuat. Kita memiliki militer terhebat di dunia, dan kita menggunakannya."
Berbicara di Gedung Putih dalam komentar publik pertamanya sejak perang melawan Iran dimulai, dia mengatakan bahwa Amerika Serikat sudah "jauh lebih maju" dari jadwal awalnya, dengan mengatakan proyeksi awal menempatkan kampanye militer tersebut pada empat hingga lima minggu. Dia mengatakan AS memiliki kemampuan untuk bertahan lebih lama jika diperlukan.
Lihat Juga :