Donald Trump: 'Khamenei, Salah Satu Orang Paling Jahat dalam Sejarah, Telah Meninggal'

Minggu, 01 Maret 2026 - 05:58 WIB
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada NBC News bahwa Khamenei masih hidup. "Sejauh yang saya ketahui," ujarnya. "Semua pejabat tinggi masih hidup," lanjut dia, Minggu (1/3/2026).

Ketika ditanya tentang kesehatan Khamenei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baqaei mengatakan kepada BBC bahwa dia tidak dalam posisi untuk mengonfirmasi apa pun. "Tetapi seluruh sistem, seluruh bangsa fokus pada membela integritas nasional (kami)," katanya.

"30 Bom Dijatuhkan di Kediaman Khamenei"



Beberapa serangan pertama AS dan Israel pada hari Sabtu menghantam area dekat kantor Khamenei, meskipun laporan menunjukkan bahwa dia telah dipindahkan ke lokasi yang aman sebelumnya. Citra satelit yang diunggah oleh New York Times menunjukkan kerusakan yang terlihat pada kompleks kediamannya di Teheran, yang juga berfungsi sebagai kediaman resminya.

Jurnalis Amit Segal dari Channel 12 Israel, yang dikenal dekat dengan Netanyahu, mengatakan: "Tiga puluh bom dijatuhkan di kompleks tersebut. Ali Khamenei berada di bawah tanah, tetapi mungkin tidak di bunkernya sendiri."

Setelah serangan tersebut, baik Netanyahu maupun Trump mengisyaratkan perubahan rezim di Iran.

"Kepada rakyat Iran yang hebat dan bangga, saya katakan malam ini bahwa saat kebebasan Anda sudah dekat. Tetaplah berlindung. Jangan tinggalkan rumah Anda. Di luar sangat berbahaya. Bom akan berjatuhan di mana-mana. Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk beberapa generasi," kata Trump setelah serangan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!