Irak Rebut Wilayah Kaya Minyak Milik Kuwait, Arab Saudi Marah Besar!

Senin, 23 Februari 2026 - 14:38 WIB
Baca Juga: Siapa El Mencho? Pemimpin Kartel Paling Kejam yang Ditakuti Meksiko dan AS

Sebagai tanggapan, Huckabee berkata: “Tidak apa-apa jika mereka mengambil semuanya.”

Namun, ketika didesak, ia melanjutkan bahwa Israel “tidak meminta untuk mengambil semuanya,” menambahkan: “Itu adalah pernyataan yang agak hiperbolis.”

“Retorika ekstremis ini menandakan konsekuensi serius dan mengancam perdamaian dan keamanan internasional dengan memprovokasi negara-negara dan rakyat di kawasan tersebut serta merusak fondasi tatanan internasional—tatanan yang secara kolektif dibentuk oleh negara-negara untuk mengakhiri perang dahsyat yang telah merenggut jutaan nyawa dan yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap batas-batas geografis negara dan kedaulatan mereka atas wilayah mereka,” kata Kementerian Luar Negeri Saudi dalam pernyataannya.

Kerajaan, tambah kementerian tersebut, menekankan bahwa satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan komprehensif adalah mengakhiri pendudukan Israel berdasarkan solusi dua negara dan pembentukan negara Palestina merdeka di sepanjang perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!