7 Strategi Iran Menyerang Daratan AS, dari Rudal ICBM hingga Mengaktifkan Sel Tidur

Minggu, 22 Februari 2026 - 15:16 WIB
AS mengandalkan Pertahanan Jarak Menengah Berbasis Darat (GMD) di Alaska dan California untuk mencegat setiap peluncuran jarak jauh yang menyimpang, menciptakan "perisai" yang saat ini tidak mungkin ditembus Iran dengan inventaris rudalnya saat ini.

6. "Benteng Terapung" dan Kapal Induk Drone

Analis militer telah menyatakan kekhawatiran yang semakin meningkat atas penggunaan kapal tanker komersial yang dimodifikasi oleh Iran, seperti IRINS Makran, yang bertindak sebagai "pangkalan laut bergerak."

Saat USS Abraham Lincoln bergerak ke Samudra Hindia, kapal-kapal Iran ini, yang sebelumnya telah terlihat di Atlantik, dapat berfungsi sebagai platform peluncuran untuk drone bunuh diri jarak jauh atau rudal anti-kapal. Dengan beroperasi dari perairan internasional di Atlantik atau Karibia, kapal-kapal ini secara teknis dapat membawa kota-kota pesisir AS dalam jangkauan "amunisi jelajah" (seperti Shahed-136), melewati kebutuhan akan peluncuran ICBM tradisional yang dapat dideteksi.

7. Aktivasi Sel Tidur "Zona Abu-abu"

Serangan terhadap Teheran kemungkinan akan memicu apa yang disebut oleh badan intelijen AS (FBI/DHS) sebagai "pembalasan domestik asimetris." Pada awal tahun 2026, otoritas federal telah meningkatkan pemantauan terhadap individu yang memiliki hubungan dengan Pasukan Quds IRGC yang beroperasi di daratan AS.

Alih-alih invasi militer skala besar, ancaman tersebut melibatkan sabotase yang ditargetkan terhadap infrastruktur penting, seperti gardu listrik atau instalasi pengolahan air dan potensi rencana pembunuhan terhadap pejabat AS saat ini dan mantan pejabat AS. Jaringan "bersembunyi" ini dirancang untuk menciptakan kekacauan internal, memaksa pemerintahan Trump untuk mengalihkan sumber daya militer kembali ke keamanan domestik.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!