Iran Surati Sekjen PBB: Seluruh Pangkalan AS di Timur Tengah Jadi Target Sah!
Jum'at, 20 Februari 2026 - 08:39 WIB
"AS akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas setiap konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali yang timbul dari tindakannya," lanjut surat tersebut, seperti dikutip dari The National, Jumat (20/2/2026).
Iran mengutip unggahan media sosial Presiden AS Donald Trump pada 18 Februari yang berisi ancaman penggunaan kekuatan jika Iran gagal mencapai kesepakatan dengan Washington.
Misi Iran mengatakan referensi tentang kemungkinan penggunaan pangkalan militer, termasuk Diego Garcia di Kepulauan Chagos dan pangkalan RAF Fairford di Inggris, merupakan eskalasi yang serius.
“Mengingat situasi yang bergejolak di kawasan itu dan pergerakan serta penumpukan peralatan dan aset militer yang terus-menerus oleh Amerika Serikat, pernyataan yang agresif seperti itu tidak boleh dianggap sebagai retorika belaka,” imbuh surat tersebut, memperingatkan risiko nyata agresi militer dengan konsekuensi yang dapat berakibat bencana bagi stabilitas regional.
Iran menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB dan Guterres untuk bertindak “tanpa penundaan”, mendesak mereka untuk mencegah ancaman kekuatan menjadi “dinormalisasi” sebagai alat kebijakan luar negeri.
Iran mengutip unggahan media sosial Presiden AS Donald Trump pada 18 Februari yang berisi ancaman penggunaan kekuatan jika Iran gagal mencapai kesepakatan dengan Washington.
Misi Iran mengatakan referensi tentang kemungkinan penggunaan pangkalan militer, termasuk Diego Garcia di Kepulauan Chagos dan pangkalan RAF Fairford di Inggris, merupakan eskalasi yang serius.
“Mengingat situasi yang bergejolak di kawasan itu dan pergerakan serta penumpukan peralatan dan aset militer yang terus-menerus oleh Amerika Serikat, pernyataan yang agresif seperti itu tidak boleh dianggap sebagai retorika belaka,” imbuh surat tersebut, memperingatkan risiko nyata agresi militer dengan konsekuensi yang dapat berakibat bencana bagi stabilitas regional.
Iran menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB dan Guterres untuk bertindak “tanpa penundaan”, mendesak mereka untuk mencegah ancaman kekuatan menjadi “dinormalisasi” sebagai alat kebijakan luar negeri.
Penumpukan Militer AS di Timur Tengah
Lihat Juga :