Berani Bermusuhan dengan China, Bagaimana Kekuatan Pasukan Bela Diri Jepang?
Rabu, 18 Februari 2026 - 17:20 WIB
4. Sering Gelar Latihan Perang dengan AS
Dari perspektif taktis, Jepang mengoperasikan pasukan yang sangat terlatih dengan kemampuan ISR yang kuat dan interoperabilitas yang erat dengan pasukan AS. Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) menekankan pada respons cepat, operasi terdistribusi, dan pertahanan rantai pulau.Namun secara strategis, Tokyo telah secara signifikan meningkatkan pengeluaran pertahanannya dan tampaknya berupaya mencapai pencegahan tanpa meninggalkan kerangka konstitusionalnya. Negara kepulauan ini jelas bergerak menuju kapasitas pencegahan yang lebih otonom, dengan mengurangi ketergantungan pada kemampuan serangan AS.
5. Mewaspadai China dan Korea Utara
Pergeseran ini terjadi ketika China memperluas angkatan laut dan pasukan rudalnya, ketika Korea Utara berperilaku tidak terduga dengan postur rudal dan nuklirnya, dan ketika Rusia memperbarui kehadirannya di Pasifik. Jepang berupaya merespons dengan memperkuat keunggulan kualitatif dan modernisasi intensif teknologi.Namun, kendala konstitusional Jepang sangat sensitif secara politik, dan ukuran kekuatan militernya akan selalu terbatas dibandingkan dengan Tiongkok. Demikian pula, tantangan demografis negara tersebut—terutama angka kelahiran yang rendah—akan memengaruhi pasokan tenaga kerja militer dalam jangka panjang.
Mengingat kendala-kendala ini, kemungkinan besar strategi militer Jepang akan tetap fundamental defensif untuk saat ini. Tetapi kemampuannya semakin mengaburkan batas antara pertahanan dan serangan terbatas. Dalam persaingan kekuatan besar, Jepang membangun alat untuk mencegah musuh-musuh regionalnya—pergeseran yang mencerminkan realisme daripada militerisme pertengahan abad yang mendahuluinya.
(ahm)
Lihat Juga :