Reza Pahlevi Mengemis Bantuan Trump: Bantulah Rakyat Iran, Akhiri Republik Islam
Minggu, 15 Februari 2026 - 09:56 WIB
"Kepada Presiden Trump...Rakyat Iran mendengar Anda mengatakan bantuan sedang dalam perjalanan, dan mereka percaya kepada Anda. Bantulah mereka," kata Pahlavi kepada wartawan di Munich.
“Sudah saatnya mengakhiri republik Islam. Ini adalah tuntutan yang bergema dari pertumpahan darah rekan-rekan sebangsa saya yang tidak meminta kita untuk memperbaiki rezim, tetapi untuk membantu mereka menguburnya,” ujarnya.
Pada hari Sabtu, Kanada juga mengeluarkan sanksi tambahan terhadap Iran.
"Ketujuh individu yang dikenai sanksi hari ini terkait dengan badan-badan negara Iran yang bertanggung jawab atas intimidasi, kekerasan, dan penindasan transnasional yang menargetkan para pembangkang dan pembela hak asasi manusia Iran,” kata Ottawa dalam sebuah pernyataan.
Ketika Iran memulai penindakan terhadap protes, Trump awalnya mengatakan Amerika Serikat “siap siaga” untuk membantu para demonstran.
Namun, baru-baru ini dia memfokuskan ancaman militernya pada program nuklir Teheran, yang diserang pasukan AS Juli lalu selama perang 12 hari Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Iran.
Perwakilan Iran dan Amerika Serikat, yang tidak memiliki hubungan diplomatik sejak tak lama setelah revolusi 1979, mengadakan pembicaraan tentang program nuklir pekan lalu di Oman.
Menurut kantor berita Axios, kedua pihak dijadwalkan akan mengadakan putaran negosiasi berikutnya di Jenewa pada hari Selasa.
“Sudah saatnya mengakhiri republik Islam. Ini adalah tuntutan yang bergema dari pertumpahan darah rekan-rekan sebangsa saya yang tidak meminta kita untuk memperbaiki rezim, tetapi untuk membantu mereka menguburnya,” ujarnya.
Pada hari Sabtu, Kanada juga mengeluarkan sanksi tambahan terhadap Iran.
"Ketujuh individu yang dikenai sanksi hari ini terkait dengan badan-badan negara Iran yang bertanggung jawab atas intimidasi, kekerasan, dan penindasan transnasional yang menargetkan para pembangkang dan pembela hak asasi manusia Iran,” kata Ottawa dalam sebuah pernyataan.
Oposisi Iran Terpecah
Ketika Iran memulai penindakan terhadap protes, Trump awalnya mengatakan Amerika Serikat “siap siaga” untuk membantu para demonstran.
Namun, baru-baru ini dia memfokuskan ancaman militernya pada program nuklir Teheran, yang diserang pasukan AS Juli lalu selama perang 12 hari Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Iran.
Perwakilan Iran dan Amerika Serikat, yang tidak memiliki hubungan diplomatik sejak tak lama setelah revolusi 1979, mengadakan pembicaraan tentang program nuklir pekan lalu di Oman.
Menurut kantor berita Axios, kedua pihak dijadwalkan akan mengadakan putaran negosiasi berikutnya di Jenewa pada hari Selasa.
Lihat Juga :