5 Negara NATO: Rusia Habisi Musuh Putin, Alexey Navalny, dengan Racun Katak Ganas

Minggu, 15 Februari 2026 - 05:47 WIB
Tidak jelas bagaimana sampel dari tubuh Navalny diperoleh atau di mana sampel tersebut dinilai. Cooper mengatakan kepada wartawan, “Para ilmuwan Inggris bekerja sama dengan mitra Eropa kami untuk mencari kebenaran tentang kematian Navalny."

Navalnaya mengatakan bahwa pembunuhan suaminya kini merupakan fakta yang terbukti secara ilmiah.

“Dua tahun lalu, saya naik ke panggung di sini dan mengatakan bahwa Vladimir Putin-lah yang membunuh suami saya,” kata Navalnaya di sela-sela Konferensi Keamanan Munich.

“Tentu saja, saya yakin itu adalah pembunuhan, tetapi saat itu, itu hanya kata-kata. Tetapi hari ini kata-kata ini telah menjadi fakta yang terbukti secara ilmiah,” imbuh Navalnaya.

Navalny sebelumnya menjadi target serangan racun saraf pada tahun 2020 yang dia tuduh dilakukan oleh Kremlin.

Dia diterbangkan ke Jerman untuk perawatan, dan ketika kembali ke Rusia lima bulan kemudian, dia langsung ditangkap dan dipenjara selama tiga tahun sisa hidupnya.

Inggris juga membuka penyelidikan publik atas keracunan agen ganda Rusia, Sergey Skripal, di Inggris pada tahun 2018. Penyelidikan tersebut menyimpulkan tahun lalu bahwa Putin secara pasti telah memerintahkan serangan racun saraf Novichok. Kremlin membantah keterlibatannya.

Rusia juga membantah meracuni Alexander Litvinenko, mantan agen Rusia yang kemudian menjadi kritikus Kremlin yang meninggal di London pada tahun 2006 setelah menelan isotop radioaktif polonium-210. Penyelidikan Inggris menyimpulkan bahwa dua agen Rusia membunuh Litvinenko.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!