8 Fakta Rise Tower, Ambisi MBS Bangun Gedung dengan Ketinggian Capai 2 Km

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:40 WIB

2. Kota Masa Depan

Menara Rise akan berdiri sebagai pusat dari Proyek Kutub Utara, sebuah pengembangan ambisius seluas 306 kilometer persegi di utara Riyadh. Jauh dari sekadar proyek real estat konvensional, Kutub Utara dibayangkan sebagai kota masa depan, yang dirancang dengan keberlanjutan, teknologi cerdas, dan energi terbarukan sebagai intinya.

Lingkungan perumahan, pusat komersial, landmark budaya, dan fasilitas pendidikan akan terjalin bersama menjadi satu ekosistem yang terhubung. Menara Rise akan bertindak sebagai kota vertikal, menarik perhatian global sekaligus menjadi jangkar transformasi perkotaan Riyadh.

Di balik Rise Tower berdiri Dana Investasi Publik Arab Saudi, kekuatan pendorong yang sama yang bertanggung jawab atas banyak usaha paling ambisius kerajaan, termasuk NEOM dan Proyek Laut Merah. Dengan perkiraan biaya lima miliar dolar, menara ini adalah salah satu tambahan paling menarik untuk portofolio dana yang terus berkembang.

Baca Juga: Intelijen Iran Klaim Sukses Lumpuhkan Aset Mossad yang Dilatih untuk Perang Kota

3. Hal yang Mustahil

Ambisi untuk membangun menara setinggi dua kilometer di atas tanah akan menjadi preseden dalam sejarah arsitektur. Namun, mewujudkan struktur seperti itu berarti menghadapi beberapa tantangan paling kompleks dalam rekayasa dan desain kontemporer.

Pada skala ini, bangunan harus mampu menahan beban angin ekstrem, mengandalkan sistem fondasi yang belum pernah ada sebelumnya untuk menopang beratnya, mengintegrasikan material yang mampu menahan suhu gurun yang tinggi, dan memperkenalkan strategi sirkulasi vertikal yang dapat mengangkut ribuan penghuni secara efisien di ratusan lantai. Proyek ini bukan sekadar membangun lebih tinggi dari sebelumnya, tetapi lebih merupakan ujian kemampuan arsitektur untuk mendefinisikan kembali batas-batas teknologi, hunian, dan kehidupan perkotaan.

4. Menahan Beban, Angin, dan Getaran

Semakin tinggi sebuah bangunan, semakin besar pula beban angin yang harus ditanggungnya. Pada ketinggian ekstrem, gaya angin dapat menyebabkan getaran yang cukup kuat untuk memengaruhi stabilitas struktur dan kenyamanan orang-orang di dalamnya. Untuk Menara Rise, para insinyur sedang mengeksplorasi bentuk aerodinamis yang dapat mengalihkan arus angin daripada melawannya secara langsung.

Mereka juga mempertimbangkan penggunaan peredam massa tertala dan sistem pengurangan getaran untuk mengatasi goyangan di tingkat atas. Ide-ide seperti mengintegrasikan turbin angin ke dalam desain dapat mengubah gaya alam ini menjadi sumber energi, membuat menara lebih stabil dan lebih berkelanjutan.

5. Fondasi untuk Menopang Beban

Dengan tinggi dua kilometer, Menara Rise akan memiliki berat lebih dari struktur apa pun yang pernah dibangun. Oleh karena itu, fondasinya harus mampu menopang beban vertikal dan lateral yang belum pernah terjadi sebelumnya. Fondasi dalam tradisional tidak akan cukup; sebaliknya, para insinyur kemungkinan akan merancang dasar yang menyebarkan beban di area yang luas sambil menancap jauh ke dalam tanah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!