Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:45 WIB

2. Permasalahan Struktural

Masalah struktural semakin membebani perekonomian. Thailand memiliki populasi yang menua dan menyusut dengan cepat dan salah satu tingkat utang rumah tangga tertinggi di Asia.

Pada saat yang sama, masuknya barang-barang Tiongkok yang lebih murah dan persaingan ketat dari pusat manufaktur baru seperti Vietnam mengikis basis industri Thailand.

Baca Juga: Di Balik 'Peternakan Bayi' Jeffrey Epstein dan Rencana Menciptakan 'Ras Super' Manusia

4. Ketidakstabilan Politik

Ketidakstabilan politik yang terus-menerus dan pergantian kepemimpinan yang sering terjadi hanya menambah ketidakpastian investor, menunda reformasi, membebani proyek infrastruktur dan pariwisata, dan memukul kepercayaan keseluruhan terhadap perekonomian.

Pada tahun 2023, upaya pemimpin Move Forward, Pita Limjaroenrat, untuk menjadi perdana menteri digagalkan oleh anggota parlemen dari partai lain.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa tidak ada partai yang kemungkinan akan mendapatkan mayoritas keseluruhan dari 500 kursi di parlemen - artinya mereka kemungkinan harus membentuk koalisi.

Meskipun populer, peluangnya sangat kecil bagi Partai Rakyat.

Pada tahun 2023, pendahulunya, Partai Move Forward, dihalangi untuk membentuk pemerintahan meskipun menjadi pemenang pemilu terbesar. Dukungan partai untuk mengubah undang-undang penghinaan kerajaan yang kontroversial di negara itu telah membuatnya berselisih dengan kekuatan konservatif yang kuat di parlemen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!