Trump Klaim Perundingan dengan Iran Sangat Baik

Sabtu, 07 Februari 2026 - 21:35 WIB
Delegasi AS, yang dipimpin oleh utusan Timur Tengah Steve Witkoff dan menantu Trump yang berpengaruh, Jared Kushner, juga menginginkan dukungan Teheran untuk kelompok militan, program rudal balistiknya, dan perlakuan terhadap para demonstran masuk dalam agenda.

“Dalam suasana yang sangat positif, argumen kami dipertukarkan dan pandangan pihak lain dibagikan kepada kami,” kata Araghchi kepada televisi pemerintah Iran, menambahkan bahwa kedua pihak telah “sepakat untuk melanjutkan negosiasi.”

Berbicara kepada kantor berita resmi IRNA, Araghchi menyatakan harapan bahwa Washington akan menahan diri dari “ancaman dan tekanan” sehingga “pembicaraan dapat berlanjut.”

Laksamana Brad Cooper, komandan Komando Pusat AS, hadir dalam pembicaraan tersebut, menurut gambar yang diterbitkan oleh Kantor Berita Oman.

Beberapa sesi pembicaraan di pagi dan siang hari membuat kedua pihak bolak-balik ke dan dari kediaman Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi.

Kementerian Luar Negeri Qatar, sekutu AS, menyatakan harapan bahwa pembicaraan tersebut akan “menghasilkan kesepakatan komprehensif yang melayani kepentingan kedua belah pihak dan meningkatkan keamanan serta stabilitas di kawasan tersebut.”

Gedung Putih telah memperjelas bahwa mereka menginginkan pembicaraan tersebut untuk mengekang kemampuan Teheran dalam membuat bom nuklir, sebuah ambisi yang selalu dibantah oleh republik Islam tersebut.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan pada hari Jumat bahwa Iran harus berhenti menjadi “kekuatan yang meng destabilisasi,” dengan menyebutkan program nuklirnya dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok “teroris”.

Barrot juga menyerukan kepada “kelompok-kelompok yang didukung oleh Iran” untuk menunjukkan “pengekangan maksimal” jika terjadi eskalasi militer yang melibatkan republik Islam tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!