Trump Klaim Perundingan dengan Iran Sangat Baik

Sabtu, 07 Februari 2026 - 21:35 WIB
Awalnya Trump mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Teheran atas tindakan kerasnya terhadap para demonstran bulan lalu, yang menurut kelompok hak asasi manusia telah menewaskan ribuan orang, dan bahkan mengatakan kepada para demonstran “bantuan sedang dalam perjalanan.”

Kekuatan regional termasuk Turki, Arab Saudi, dan Qatar mendesak Amerika Serikat untuk tidak campur tangan, dan menyerukan kepada Washington dan Teheran untuk kembali ke perundingan.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah mengkonfirmasi 6.505 demonstran tewas, serta 214 anggota pasukan keamanan dan 61 warga sipil.

Angka-angka tersebut diperkirakan akan meningkat karena besarnya penindakan telah tertutupi oleh pemadaman internet menyeluruh yang diberlakukan oleh pihak berwenang selama dua minggu, kata kelompok hak asasi manusia.

Hampir 51.000 orang juga dipastikan telah ditangkap di tengah "meningkatnya penggunaan pengakuan paksa," menurut HRANA.

Namun retorika Trump dalam beberapa hari terakhir berfokus pada pengendalian program nuklir Iran dan AS telah mengerahkan kelompok angkatan laut yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln ke wilayah tersebut.

Iran telah berulang kali bersumpah akan membalas serangan terhadap pangkalan AS di wilayah tersebut jika diserang.

Sanksi baru untuk mengekang ekspor minyak Iran ini diberlakukan seiring dengan komitmen Trump untuk "menurunkan ekspor minyak dan petrokimia ilegal rezim Iran di bawah kampanye tekanan maksimum pemerintahannya," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott dalam sebuah pernyataan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!