China Dukung Kuba di Tengah Ancaman Serangan AS

Jum'at, 06 Februari 2026 - 14:24 WIB
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan keadaan darurat nasional dalam hubungan dengan Kuba, menuduh pulau itu bersekutu dengan “negara-negara musuh, kelompok teroris transnasional, dan aktor jahat.”

Ia mengklaim kerja sama militer Kuba dan kontak dengan Rusia, China, Iran, serta kelompok bersenjata Palestina Hamas dan kelompok Hizbullah Lebanon, "secara langsung mengancam" keamanan nasional AS.

"Amerika Serikat tidak mentolerir sama sekali tindakan sewenang-wenang rezim komunis Kuba," ungkap perintah eksekutif Trump.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menolak tuduhan tersebut. “Kuba bukanlah negara teroris. Kuba juga bukan ancaman bagi keamanan Amerika Serikat. Kami tidak melindungi teroris,” katanya pada hari Kamis.

Diaz-Canel mengatakan Kuba siap berdialog dengan AS “tanpa tekanan dan tanpa prasyarat, dan atas dasar kesetaraan dan rasa hormat.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!