Memanas, Iran Nyatakan Wilayah Udara Hormuz Berbahaya, Perang Bisa Pecah
Rabu, 28 Januari 2026 - 06:27 WIB
Pada saat yang sama, Amerika Serikat telah secara signifikan memperluas jejak militernya di kawasan tersebut. Kapal induk USS Abraham Lincoln, yang didampingi beberapa kapal perusak rudal berpemandu yang mampu meluncurkan rudal jelajah Tomahawk, telah memasuki perairan Timur Tengah, menurut laporan media AS dan Israel.
Pejabat AS juga mengkonfirmasi pengerahan jet tempur F-15E ke pangkalan di Yordania, bersamaan dengan transfer sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD untuk melindungi pasukan Amerika dan instalasi sekutu dari potensi serangan balasan.
Washington telah menegaskan kembali bahwa “semua opsi tetap terbuka” dalam menghadapi Teheran, karena AS dan Israel terus secara terbuka membahas upaya untuk menekan atau mengubah sistem pemerintahan Iran.
Para pejabat Iran menanggapi dengan menekankan kesiapan militer sambil tetap menyatakan diplomasi tetap menjadi jalur pilihan mereka. Juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani mengatakan pada hari Selasa bahwa Iran “siap sepenuhnya” untuk potensi perang apa pun, menekankan negara tersebut telah menghadapi ancaman serupa di masa lalu.
“Ini bukan pertama kalinya kita menghadapi ancaman seperti itu. Kita sebelumnya telah mengalami perang multi-tahap,” ujar Mohajerani dalam konferensi pers di Teheran, merujuk pada periode konflik regional dan sanksi sebelumnya.
Pejabat AS juga mengkonfirmasi pengerahan jet tempur F-15E ke pangkalan di Yordania, bersamaan dengan transfer sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD untuk melindungi pasukan Amerika dan instalasi sekutu dari potensi serangan balasan.
Washington telah menegaskan kembali bahwa “semua opsi tetap terbuka” dalam menghadapi Teheran, karena AS dan Israel terus secara terbuka membahas upaya untuk menekan atau mengubah sistem pemerintahan Iran.
Iran ‘Siap Sepenuhnya’ untuk Konfrontasi Apa Pun
Para pejabat Iran menanggapi dengan menekankan kesiapan militer sambil tetap menyatakan diplomasi tetap menjadi jalur pilihan mereka. Juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani mengatakan pada hari Selasa bahwa Iran “siap sepenuhnya” untuk potensi perang apa pun, menekankan negara tersebut telah menghadapi ancaman serupa di masa lalu.
“Ini bukan pertama kalinya kita menghadapi ancaman seperti itu. Kita sebelumnya telah mengalami perang multi-tahap,” ujar Mohajerani dalam konferensi pers di Teheran, merujuk pada periode konflik regional dan sanksi sebelumnya.
Lihat Juga :