Starmer Tuntut Trump Minta Maaf karena Hina Pasukan Inggris

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:32 WIB
Pangeran Harry, yang bertugas dua kali di Afghanistan, mengatakan pengorbanan tentara Inggris “pantas dibicarakan dengan jujur dan penuh hormat.”

Inggris menyediakan jumlah pasukan Barat terbesar kedua di Afghanistan, mencapai puncaknya sekitar 11.000 pada tahun 2011, menurut BBC. Sebanyak 2.456 warga Amerika dan 457 warga Inggris tewas selama konflik 20 tahun tersebut.

Negara-negara Eropa telah waspada sejak Trump memperbarui ancamannya untuk mencaplok Greenland dari Denmark. Di Davos, Trump menggambarkan negara Nordik itu sebagai negara yang “tidak tahu berterima kasih” atas bantuan AS dalam mengalahkan Nazi Jerman di Perang Dunia II.

Beberapa negara telah memperingatkan potensi serangan AS terhadap sesama anggota NATO akan menjadi malapetaka bagi blok tersebut.

Baca juga: Gaza Riviera dan New Gaza: Dari Ide Pesisir Mewah Trump ke Ambisi ala Kolonial Baru
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!