Rusia dan China Bersatu Lawan Upaya Barat Memiliterisasi Asia-Pasifik

Sabtu, 24 Januari 2026 - 05:05 WIB
Bendera Rusia dan China terlihat dalam pertemuan pejabat dua negara. Foto/sputnik
MOSKOW - Rusia dan China bersama-sama menentang upaya negara-negara Barat untuk memiliterisasi kawasan Asia-Pasifik dan mengerahkan infrastruktur militer mereka di sana. Pernyataan itu diungkap Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Jumat (23/1/2026).

"Rusia dan China berdiri dalam solidaritas dalam menentang tindakan dan rencana kolektif Barat untuk memiliterisasi Asia-Pasifik, untuk memaksakan strategi Indo-Pasifik di atasnya, termasuk upaya untuk mengerahkan infrastruktur militer standar NATO di kawasan tersebut," kata kementerian itu setelah pertemuan antara Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrey Rudenko dan Wakil Menlu China, Sun Weidong.



Kedua diplomat tersebut memuji koordinasi kebijakan luar negeri Rusia-China di kawasan tersebut di tengah situasi global yang berubah dengan cepat, kata kementerian itu. Mereka menyatakan komitmen untuk meningkatkan kerja sama dalam Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk "mencegah tantangan keamanan baru di kawasan tersebut di tengah meningkatnya aliansi semu militer-politik di sana," menurut pernyataan tersebut.

Rudenko dan Sun juga membahas kerja sama bilateral mengingat situasi yang berkembang di Myanmar, Afghanistan, Semenanjung Korea, dan seluruh Asia Timur Laut, tambah kementerian tersebut.

Pembicaraan tersebut diadakan dalam suasana yang ramah dan saling percaya yang menjadi ciri khas dialog Rusia-China, kata kementerian itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!