Pakar Militer Sebut Greenland Jadi Paku Terakhir di Peti Mati NATO

Senin, 19 Januari 2026 - 20:09 WIB
“Tindakan Trump secara hukum sangat tidak koheren dan sangat politis, naif untuk konteks saat ini. Mungkin akan berhasil pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, tetapi sejak pertengahan abad ke-20, kedaulatan teritorial tidak dapat dipisahkan dari kehendak rakyat yang mendiaminya.”

Baca Juga: Siapa yang Menguasai Greenland Akan Jadi Pemimpin Dunia? Ini 5 Alasannya

Menurut Nilsson, setiap perubahan status Greenland “hanya dapat secara hukum berasal dari proses yang dipimpin dan disetujui oleh rakyat Greenland sendiri, bukan dari penjualan atau pembelian bilateral oleh Amerika Serikat.”

Selama beberapa minggu terakhir, Trump sekali lagi menyatakan bahwa Washington akan memperoleh wilayah tersebut “dengan cara mudah” atau “dengan cara sulit,” dengan bersikeras bahwa AS membutuhkan Greenland untuk “keamanan nasional.”

Pada hari Sabtu, ia juga mengumumkan tarif untuk Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Belanda, dan Finlandia, dengan mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut akan tetap berlaku sampai "pembelian lengkap dan total" pulau Arktik tersebut tercapai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!