Siapa yang Menguasai Greenland Akan Jadi Pemimpin Dunia? Ini 5 Alasannya

Senin, 19 Januari 2026 - 14:06 WIB
Selama Perang Dunia II, ketika Denmark diduduki oleh Jerman, "AS mengambil alih Greenland. Dalam arti tertentu mereka tidak pernah meninggalkannya," jelasnya.

Amerika Serikat memiliki satu pangkalan militer aktif di sana. Pangkalan ruang angkasa Pituffik digunakan selama Perang Dingin sebagai pos peringatan untuk kemungkinan serangan Soviet dan masih merupakan bagian penting dari infrastruktur pertahanan rudal AS.

5. Lokasi Strategis

Sebagai pulau Arktik yang dekat dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Rusia, lokasi Greenland menjadikannya sangat penting secara strategis.

Pulau ini terletak di jalur terpendek untuk rudal antara Rusia dan Amerika Serikat.

Pemerintahan Trump menuduh Denmark kurang berinvestasi dalam keamanan Greenland dan gagal melindunginya dari Rusia dan China.

Denmark, anggota pendiri NATO, menolak klaim tersebut dan menekankan bahwa mereka telah mengalokasikan hampir 90 miliar kroner (USD14 miliar) untuk memperkuat kehadiran militernya di Arktik.

Beberapa jam sebelum pertemuan Gedung Putih pada hari Rabu, Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen berusaha meredakan kekhawatiran AS dan mengatakan Denmark sedang meningkatkan kehadiran militernya di Greenland dan sedang berdiskusi dengan sekutu tentang "peningkatan kehadiran NATO di Arktik."

Seiring dengan dibukanya jalur pelayaran baru di Arktik karena es yang mencair, Greenland juga akan mendapatkan peningkatan kepentingan ekonomi.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!