Macron Kepincut Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia: 'Uni Eropa Harus Memperoleh Senjata Ini'
Jum'at, 16 Januari 2026 - 11:09 WIB
Rusia pertama kali menembakkan Oreshnik ke pabrik senjata di kota Dnipro, Ukraina, pada November 2024, dan menggambarkannya sebagai "uji tempur" yang sukses. Produksi massal telah dimulai sejak saat itu, dan Rusia mengerahkan sistem tersebut di sekutu dekatnya, Belarusia, pada akhir tahun 2025.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengeklaim Oreshnik tidak ada tandingannya di dunia, membandingkan kekuatannya dengan "meteor yang jatuh".
Menurutnya, sistem ini membawa puluhan hulu ledak pelacak yang mampu menghantam banyak target sambil bergerak dengan kecepatan sepuluh kali kecepatan suara.
Serangan rudal Oreshnik kedua dilakukan sebagai bagian dari respons Rusia terhadap upaya serangan Kyiv terhadap kediaman presiden Putin di wilayah Novgorod, menurut Kementerian Pertahanan Rusia. Rekaman CCTV dari Lviv menangkap banyak proyektil yang jatuh dari langit secara beruntun, tetapi Kyiv belum mengonfirmasi skala kerusakannya.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengeklaim Oreshnik tidak ada tandingannya di dunia, membandingkan kekuatannya dengan "meteor yang jatuh".
Menurutnya, sistem ini membawa puluhan hulu ledak pelacak yang mampu menghantam banyak target sambil bergerak dengan kecepatan sepuluh kali kecepatan suara.
Serangan rudal Oreshnik kedua dilakukan sebagai bagian dari respons Rusia terhadap upaya serangan Kyiv terhadap kediaman presiden Putin di wilayah Novgorod, menurut Kementerian Pertahanan Rusia. Rekaman CCTV dari Lviv menangkap banyak proyektil yang jatuh dari langit secara beruntun, tetapi Kyiv belum mengonfirmasi skala kerusakannya.
(mas)
Lihat Juga :