Ini 4 Alasan Utama Trump Mencaplok Greenland

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:33 WIB
Namun, tidak ada tanda-tanda bahwa Trump — yang semakin menyerupai presiden AS abad ke-19 yang mendambakan tanah baru, menggunakan tarif sebagai senjata, dan bermimpi menyaingi kekaisaran Eropa — ingin berbagi. Pangkalan AS di Greenland mengibarkan bendera Denmark serta bendera Amerika Serikat. Pemerintahan ini lebih condong ke pemikiran istri Miller, Katie, yang mengunggah foto di media sosial yang menunjukkan seluruh pulau tertutup warna merah, putih, dan biru.

4. Membuktikan Dirinya sebagai Seorang Imperialis

Melansir CNN, ketegasan Trump bahwa dia "menjalankan" Venezuela dan bertanggung jawab setelah penangkapan Maduro menunjukkan bahwa dia telah beralih dari seorang imperialis retoris menjadi seorang imperialis yang mempraktikkannya.

Pengumuman pada hari Selasa bahwa Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak yang dikenai sanksi kepada AS untuk dijual — dan bahwa Trump akan terus mengalihkan hasil keuntungan untuk kepentingan warga Amerika dan Venezuela — semakin memicu kekhawatiran bahwa ia bertekad untuk mendapatkan jarahan dari negara-negara berdaulat.

Upaya agresif Trump untuk mengendalikan sepenuhnya Belahan Bumi Barat bertepatan dengan obsesinya yang semakin meningkat terhadap warisan fisiknya, termasuk rencananya untuk membangun ruang dansa Gedung Putih yang besar dan menempatkan namanya di atas nama presiden Amerika yang terbunuh di Kennedy Center di Washington.

Betapa Trump ingin tercatat dalam sejarah bersama Presiden Thomas Jefferson, yang membeli Louisiana pada tahun 1803 seharga USD15 juta dan hampir menggandakan ukuran Amerika Serikat. Atau salah satu pahlawan sejarah pemerintahannya, Presiden William McKinley, yang mencaplok Hawaii pada tahun 1898. Trump hampir pasti akan melakukan hal yang lebih baik dan menamai wilayah Amerika yang luas dan beku itu dengan namanya sendiri.

Masih terasa hampir tak terbayangkan bahwa dunia sekarang mulai melihat Trump sebagai ancaman bagi Greenland.

Bukannya tidak ada kekhawatiran tentang keamanannya di masa lalu. Tetapi hampir semua orang mengira bahwa bahaya bagi NATO akan berasal dari Moskow atau Beijing — bukan dari kekuatan terkuat aliansi tersebut.

Terlepas dari semua sikap agresif Trump, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa presiden berencana melakukan aksi militer, yang akan menimbulkan kemungkinan teoretis yang tak terbayangkan bahwa pasukan Amerika akan mengangkat senjata mereka melawan saudara-saudara NATO mereka.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!