Korban Tewas Demo Iran 648 Orang, Trump Kenakan Hukuman Tarif 25%

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:25 WIB
Di ibu kota Teheran, televisi pemerintah menunjukkan orang-orang mengibarkan bendera nasional dan doa-doa dibacakan untuk para korban dari apa yang disebut pemerintah sebagai "kerusuhan".

Di Lapangan Enghelab (Revolusi), Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan kepada massa bahwa Iran sedang berperang di “empat front”, menyebutkan perang ekonomi, perang psikologis, “perang militer” dengan AS dan Israel, dan “hari ini perang melawan teroris”—merujuk pada protes tersebut.

Diapit oleh slogan “Matilah Israel, Matilah Amerika” dalam bahasa Persia, dia bersumpah bahwa militer Iran akan memberi Trump “pelajaran yang tak terlupakan” jika Iran diserang.

Namun Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa kepemimpinan Iran telah menghubunginya untuk bernegosiasi, dan Leavitt mencatat bahwa pesan publik dari otoritas Iran sangat berbeda dari pesan yang diterima pemerintah secara pribadi.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada konferensi para duta besar asing di Teheran: "Iran tidak mencari perang tetapi sepenuhnya siap untuk perang.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan saluran komunikasi tetap terbuka antara Araghchi dan utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, meskipun tidak ada hubungan diplomatik.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!