Trump: AS Akan Serang Iran Sangat Keras di Titik Lemahnya!
Minggu, 11 Januari 2026 - 08:30 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari Jumat menegaskan bahwa Republik Islam tidak akan mundur menghadapi protes setelah demonstrasi terbesar mengguncang otoritas ulama. Sambil meneriakkan slogan-slogan termasuk “matilah diktator” dan membakar gedung-gedung pemerintah, kerumunan demonstran yang menentang rezim terus berbaris melintasi kota-kota besar.
Trump menyebut protes itu “sangat luar biasa”. "Hal yang menakjubkan untuk disaksikan," katanya.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memperingatkan pada hari Sabtu bahwa menjaga keamanan adalah "garis merah" dan militer berjanji akan melindungi properti publik.
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump mengulangi ancaman serangan AS terhadap Iran dengan dalih menolong para demonstran.
Media pemerintah Iran melaporkan sebuah gedung pemerintahan kota dibakar di Karaj, sebelah barat Teheran, dan menyalahkan "para perusuh". Televisi pemerintah juga menyiarkan rekaman pemakaman anggota pasukan keamanan yang menurut mereka tewas dalam protes di kota-kota Shiraz, Qom, dan Hamedan.
Protes telah menyebar ke sebagian besar wilayah Iran selama dua minggu terakhir, dimulai sebagai respons terhadap inflasi yang melonjak, tetapi dengan cepat berubah menjadi politis dengan para pengunjuk rasa menuntut diakhirinya rezim pemerintahan ulama.
Trump menyebut protes itu “sangat luar biasa”. "Hal yang menakjubkan untuk disaksikan," katanya.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memperingatkan pada hari Sabtu bahwa menjaga keamanan adalah "garis merah" dan militer berjanji akan melindungi properti publik.
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump mengulangi ancaman serangan AS terhadap Iran dengan dalih menolong para demonstran.
Media pemerintah Iran melaporkan sebuah gedung pemerintahan kota dibakar di Karaj, sebelah barat Teheran, dan menyalahkan "para perusuh". Televisi pemerintah juga menyiarkan rekaman pemakaman anggota pasukan keamanan yang menurut mereka tewas dalam protes di kota-kota Shiraz, Qom, dan Hamedan.
Protes telah menyebar ke sebagian besar wilayah Iran selama dua minggu terakhir, dimulai sebagai respons terhadap inflasi yang melonjak, tetapi dengan cepat berubah menjadi politis dengan para pengunjuk rasa menuntut diakhirinya rezim pemerintahan ulama.
Lihat Juga :