Trump: AS Akan Serang Iran Sangat Keras di Titik Lemahnya!
Minggu, 11 Januari 2026 - 08:30 WIB
Pihak berwenang Iran menuduh AS dan Israel memicu kerusuhan. Sedangkan kelompok hak asasi manusia mendokumentasikan puluhan kematian pengunjuk rasa.
Seorang saksi mata di Iran barat yang dihubungi melalui telepon mengatakan pasukan IRGC dikerahkan dan melepaskan tembakan di daerah tempat mereka berbicara. Saksi mata itu menolak untuk disebutkan namanya demi keselamatannya.
Dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah, IRGC menuduh "teroris" menargetkan pangkalan militer dan penegak hukum selama dua malam terakhir, menewaskan beberapa warga sipil dan personel keamanan, serta mengatakan bahwa sejumlah properti telah dibakar.
"Menjaga pencapaian Revolusi Islam 1979 dan menjaga keamanan adalah garis merah," kata IRGC, menambahkan bahwa kelanjutan situasi tersebut tidak dapat diterima.
Militer, yang beroperasi secara terpisah dari IRGC tetapi juga dipimpin oleh Khamenei, mengumumkan akan melindungi dan menjaga kepentingan nasional, infrastruktur strategis negara, dan properti publik.
Seorang saksi mata di Iran barat yang dihubungi melalui telepon mengatakan pasukan IRGC dikerahkan dan melepaskan tembakan di daerah tempat mereka berbicara. Saksi mata itu menolak untuk disebutkan namanya demi keselamatannya.
Dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah, IRGC menuduh "teroris" menargetkan pangkalan militer dan penegak hukum selama dua malam terakhir, menewaskan beberapa warga sipil dan personel keamanan, serta mengatakan bahwa sejumlah properti telah dibakar.
"Menjaga pencapaian Revolusi Islam 1979 dan menjaga keamanan adalah garis merah," kata IRGC, menambahkan bahwa kelanjutan situasi tersebut tidak dapat diterima.
Militer, yang beroperasi secara terpisah dari IRGC tetapi juga dipimpin oleh Khamenei, mengumumkan akan melindungi dan menjaga kepentingan nasional, infrastruktur strategis negara, dan properti publik.
(mas)
Lihat Juga :