NATO Tak Bisa Diandalkan, 5 Dampak Turki Ingin Bergabung dengan Pakta Saudi dan Pakistan
Kamis, 15 Januari 2026 - 04:40 WIB
2. Turki Menawarkan Industri Militernya
Laporan tersebut mencatat kekuatan finansial Riyadh dan kemampuan nuklir Islamabad, rudal balistik, dan tenaga kerja, dengan Turki menawarkan pengalaman militer dan industri pertahanan yang maju, menurut Nihat Ali Ozcan, seorang ahli strategi di lembaga think tank TEPAV yang berbasis di Ankara.“Karena AS memprioritaskan kepentingannya sendiri dan kepentingan Israel di kawasan itu, dinamika yang berubah dan dampak dari konflik regional mendorong negara-negara untuk mengembangkan mekanisme baru untuk mengidentifikasi teman dan musuh,” kata Ozcan seperti dikutip oleh Bloomberg.
Kementerian informasi dan kementerian pertahanan Turki menolak berkomentar. Otoritas Arab Saudi tidak segera dapat dihubungi untuk menanggapi permintaan komentar dari publikasi Amerika tersebut.
3. Tidak Ada Permusuhan Turki dan Saudi
Menurut Bloomberg, bergabungnya Turki ke aliansi tersebut akan menandai era baru dalam hubungan dengan Arab Saudi.“Setelah melupakan permusuhan selama bertahun-tahun, kedua negara berupaya mengembangkan kerja sama ekonomi dan pertahanan,” demikian bunyi laporan tersebut. “Mereka mengadakan pertemuan angkatan laut pertama mereka di Ankara minggu ini, menurut kementerian pertahanan Turki.”
Laporan tersebut mencatat kekhawatiran Riyadh dan Ankara yang telah lama ada terhadap Teheran dan preferensi mereka untuk berdialog dengan negara tersebut daripada menggunakan kekerasan.
4. Turki Sudah Jalin Kerja Sama Pertahanan dengan Pakistan
Terkait Pakistan, Bloomberg mencatat pembangunan kapal perang korvet oleh Turki untuk Angkatan Laut Pakistan dan upaya peningkatan armada jet tempur F-16 Angkatan Udara Pakistan.Lihat Juga :