Harga Minyak Goreng Naik 3 Kali Lipat, Pemerintah Iran Tak Bisa Atasi Krisis Ekonomi

Rabu, 07 Januari 2026 - 08:45 WIB
Perkembangan ini terjadi setelah Pezeshkian menyampaikan anggaran untuk tahun kalender Iran mendatang, yang dimulai pada akhir Maret, yang menghapus nilai tukar mata uang bersubsidi yang digunakan untuk impor tertentu, termasuk bahan makanan.

Beberapa ekonom menyambut baik alasan di balik langkah tersebut, yaitu untuk menghilangkan nilai tukar mata uang bersubsidi yang mendistribusikan rente sebagai upaya memerangi korupsi, terutama karena mata uang yang lebih murah tersebut hanya disalahgunakan dan gagal menekan harga pangan.

Langkah ini diperkirakan akan menyebabkan kenaikan harga dalam jangka pendek dan menghadapi penolakan dari kelompok kepentingan di dalam pemerintahan yang telah diuntungkan dari mata uang murah selama bertahun-tahun.

Namun, lonjakan harga minyak sangat tiba-tiba, mendorong pemerintah mengumumkan harga resmi sendiri, meskipun masih harus dilihat apakah pasar akan mendengarkan.

Dengan menggunakan sumber daya yang akan dibebaskan dari penghapusan mata uang bersubsidi yang lebih murah, pemerintah telah menawarkan mengalokasikan kredit online, masing-masing sebesar 10 juta rial (USD7 dengan nilai tukar saat ini), untuk membantu masyarakat membeli makanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!