Iran Bidik Semua Pangkalan AS di Timur Tengah untuk Balas Agresi

Sabtu, 03 Januari 2026 - 11:15 WIB
“Presiden Amerika yang tidak menghormati itu harus… tahu bahwa… semua pusat dan pasukan Amerika di seluruh wilayah akan menjadi target yang sah bagi kami sebagai respons terhadap potensi petualangan apa pun,” tegas Ghalibaf dalam pernyataan di X pada hari Jumat (2/1/2026), mengomentari unggahan Trump di Truth Social pada hari yang sama.

Protes ini adalah yang terburuk sejak kekacauan tahun 2022 yang dipicu kematian Mahsa Amini, seorang wanita berusia 22 tahun yang dituduh mengenakan hijab tidak pantas, saat berada dalam tahanan polisi.

Peristiwa itu memicu kerusuhan kekerasan selama berminggu-minggu, mengakibatkan lebih dari 200 kematian di seluruh negeri dan ribuan penangkapan.

Video yang beredar daring menunjukkan massa telah menyerang gedung-gedung pemerintah dan fasilitas yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Korban jiwa juga dilaporkan di antara para demonstran dan pasukan keamanan.

Presiden AS memperingatkan Washington dapat campur tangan jika Iran "menembak dan membunuh demonstran damai secara brutal."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!