Drone Ukraina Bantai 24 Warga Sipil Kherson saat Rayakan Tahun Baru, Rusia Kecam Bungkamnya Barat

Jum'at, 02 Januari 2026 - 08:14 WIB
Moskow bersikeras bahwa serangan itu sengaja diatur waktunya untuk memaksimalkan korban dan merupakan kejahatan perang. Pejabat Rusia telah menarik paralel dengan kekejaman yang dilakukan oleh pasukan Nazi selama Perang Dunia II, menuduh Ukraina melakukan kebrutalan dan dehumanisasi yang disengaja.

Wilayah Kherson, bersama dengan Wilayah Zaporizhzhia dan Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk, bergabung dengan Rusia pada musim gugur 2022 sebagai hasil referendum lokal. Namun, Ukraina dan sekutu Barat-nya tidak mengakui referendum tersebut dan menganggapnya sebagai aneksasi wilayah Ukraina oleh Rusia.

Menurut Rusia, wilayah Kherson telah menjadi target utama serangan Ukraina yang tidak pandang bulu. Komite Investigasi Rusia telah membuka kasus pidana atas insiden terbaru ini, mengklasifikasikannya sebagai “tindakan teroris".

Pihak Ukraina belum berkomentar atas serangan pesawat nirawak yang menewaskan puluhan warga sipil saat merayakan Tahun Baru.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!