Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, dari Saudara Menjadi Rival...

Kamis, 01 Januari 2026 - 10:08 WIB

Maret 2015

Mereka melancarkan intervensi militer di Yaman untuk memulihkan pemerintah yang digulingkan oleh Houthi yang bersekutu dengan Iran. Pasukan UEA memimpin operasi darat, sementara kekuatan udara Arab Saudi mengendalikan langit.

Juni 2017

Arab Saudi dan UEA memimpin boikot terhadap Qatar, menuduh Doha mendukung terorisme, meski tuduhan itu dibantah. Langkah ini memperkuat aliansi antara Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) dan pemimpin UEA Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ), yang kemudian digambarkan media-media regional sebagai "bersaudara".

Tahun 2019

UEA mengurangi pasukan di Yaman, mengubah strategi tetapi mempertahankan pengaruh melalui Dewan Transisi Selatan (STC) yang separatis, sehingga Riyadh harus memikul tanggung jawab perang melawan Houthi.

September 2020

UEA menormalisasi hubungan dengan Israel di bawah Kesepakatan Abraham yang dimediasi Amerika Serikat. Arab Saudi, penjaga dua situs paling suci dalam Islam, menolak untuk mengikuti langkah tersebut, bersikeras pada pembentukan Negara Palestina terlebih dahulu, memberikan Abu Dhabi saluran diplomatik unik ke Washington.

Januari 2021

Arab Saudi memimpin KTT Al-Ula untuk mengakhiri perselisihan Qatar. UEA menandatangani dengan enggan, mempertahankan sikap yang lebih dingin terhadap Doha.

Februari 2021

Riyadh menantang dominasi komersial Dubai, meminta perusahaan asing untuk memindahkan kantor pusat regional ke kerajaan tersebut pada tahun 2024 atau kehilangan kontrak negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!