AS dan Iran Bertengkar Sengit di PBB Soal Perundingan Nuklir

Jum'at, 26 Desember 2025 - 12:11 WIB
“Namun, alih-alih menerima uluran tangan diplomasi, Anda terus memasukkan tangan Anda ke dalam api. Mundurlah dari api, Tuan, dan terimalah uluran tangan diplomasi Presiden Trump,” ujar dia, ditujukan kepada Utusan Iran di PBB, Amir Saeid Iravani.

Iravani menjawab dengan mengatakan, “Pihak berwenang di Teheran menghargai setiap negosiasi yang adil dan bermakna, tetapi bersikeras pada kebijakan pengayaan nol, itu bertentangan dengan hak-hak kami sebagai anggota NPT (perjanjian tentang Non-Proliferasi Senjata Nuklir).”

Tuntutan dari Washington berarti bahwa “mereka tidak mengejar negosiasi yang adil,” katanya. “Mereka ingin mendiktekan niat mereka yang telah ditentukan sebelumnya kepada Iran. Iran tidak akan tunduk pada tekanan dan intimidasi apa pun.”

Negosiasi antara kedua pihak untuk menghidupkan kembali JCPOA 2015, yang membuat Teheran melepaskan ambisi nuklir militernya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional, tetap terhenti sejak Juni ketika AS dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap situs nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan milik Iran.

Mereka menggambarkannya sebagai serangan pendahuluan untuk menghentikan kemajuan Teheran dalam mengembangkan bom. Otoritas Iran bersikeras program nuklir mereka sepenuhnya bersifat damai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!