Kisah Aktivis Australia Masuk Islam Usai Alami Langsung Kekejaman Blokade Israel di Gaza

Rabu, 24 Desember 2025 - 13:30 WIB
Saat turun dari kapal, mereka dihadapkan pada aparat bersenjata lengkap. Selama penahanan, Martin mengaku mengalami kekerasan fisik, seksual, dan psikologis.

Ia mengatakan mereka dipaksa menjalani pemeriksaan telanjang berulang kali dengan cara yang merendahkan dan mengejek.

Pengalaman itu, menurutnya, hanyalah gambaran kecil dari penderitaan yang dialami warga Palestina setiap hari.

Menariknya, Martin menegaskan paspor Australia yang ia miliki tidak memberinya perlakuan istimewa.

Dengan nada sarkastik, ia berkata, dengan “paspor putih dan nama Barat, serta dukungan negara seperti Australia”, seharusnya ia diperlakukan dengan baik—namun kenyataannya jauh dari itu.

Ia juga mengkritik keras pemerintah Australia yang dinilainya gagal bertindak atau bersuara membela warganya, karena takut terhadap Israel.

Martin menambahkan staf konsuler yang membantu para aktivis bahkan mengakui Israel adalah negara paling sulit dihadapi.

Menurut mereka, Israel kerap bertindak di luar norma internasional, sementara negara-negara lain ragu menegurnya atau meminta pertanggungjawaban.

Selain pengalaman aktivisme, Martin juga membagikan kisah spiritualnya menuju Islam. Ia mengatakan telah dekat dengan komunitas Muslim selama sekitar 15 tahun dan memiliki pengalaman yang sangat positif.

Ia menggambarkan setiap Muslim yang ia kenal sebagai pribadi yang penuh kedamaian dan kemanusiaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!