Ingin Cari Keadilan, Aljazair Ingin Mengkriminalisasi Penjajahan Prancis selama 130 Tahun

Senin, 22 Desember 2025 - 16:30 WIB

4. 1,5 Juta Rakyat Aljazair Tewas

Prancis memerintah Aljazair dari tahun 1830 hingga diusir sebagai kekuatan kolonial dalam perang kemerdekaan brutal yang berkecamuk dari tahun 1954 hingga 1962.

Sekitar 1,5 juta warga Aljazair tewas dalam perang tersebut, dengan pasukan Prancis dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang berat, termasuk penyiksaan sistematis, eksekusi tanpa pengadilan, dan penghilangan paksa. Pasukan kolonial Prancis juga menghancurkan ribuan desa, memaksa sekitar dua juta warga Aljazair mengungsi.

Pada tahun 2018, Prancis mengakui bertanggung jawab atas penyiksaan sistematis selama perang tersebut.

5. Diplomasi yang Turun Naik

Aljazair dan Prancis mempertahankan hubungan yang langgeng, terutama melalui imigrasi, tetapi debat parlemen terjadi di tengah gesekan dalam hubungan tersebut.

Ketegangan telah tinggi selama berbulan-bulan sejak Paris mengakui rencana otonomi Maroko untuk menyelesaikan konflik Sahara Barat pada Juli 2024. Sahara Barat telah menyaksikan pemberontakan bersenjata sejak dianeksasi oleh Maroko setelah kekuatan kolonial, Spanyol, meninggalkan wilayah tersebut pada tahun 1975.

Aljazair mendukung hak rakyat Sahrawi untuk menentukan nasib sendiri di Sahara Barat dan mendukung Front Polisario, yang menolak proposal otonomi Maroko.

Pada bulan April, ketegangan meningkat menjadi krisis setelah seorang diplomat Aljazair ditangkap bersama dua warga negara Aljazair di Paris. Krisis diplomatik itu terjadi hampir seminggu setelah Macron dan Tebboune menyatakan komitmen mereka untuk menghidupkan kembali dialog.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!