Bangladesh Rusuh setelah Pemimpin Mahasiswa Ditembak Mati di Bagian Kepala

Jum'at, 19 Desember 2025 - 10:27 WIB
India menegaskan bahwa mereka sepenuhnya menolak narasi palsu yang ingin diciptakan oleh unsur-unsur ekstremis mengenai upaya pembunuhan terhadap Hadi.

Reaksi Muhammad Yunus terhadap Kematian Hadi



Dalam pidato yang disiarkan televisi kepada rakyat Bangladesh setelah kematian Hadi, kepala pemerintahan sementara Bangladesh, Muhammad Yunus, mengatakan, "Kepergiannya merupakan kehilangan yang tak tergantikan bagi bidang politik dan demokrasi bangsa."

Mendesak warga untuk tetap tenang, Yunus mengatakan pemerintah berkomitmen untuk memastikan penyelidikan yang transparan dan membawa semua pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan.

Dia juga menyerukan semua pihak untuk menahan diri, memperingatkan bahwa kekerasan hanya akan merusak jalan negara menuju pemilu yang kredibel.

Pemerintahan sementara telah menetapkan hari Sabtu sebagai hari berkabung nasional untuk menghormati Hadi, dengan bendera nasional dikibarkan setengah tiang dan doa khusus direncanakan di seluruh negeri.

Bangladesh telah diperintah oleh pemerintahan sementara yang dipimpin oleh Muhammad Yunus--peraih Hadiah Nobel Perdamaian--sejak Agustus 2024, setelah Perdana Menteri Sheikh Hasina melarikan diri ke India menyusul pemberontakan yang dipimpin mahasiswa. Pemilu negara itu dijadwalkan pada 12 Februari.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!