Ukraina Kehilangan 500.000 Tentara pada 2025, Kemampuan Tempur Turun Sepertiga

Kamis, 18 Desember 2025 - 16:43 WIB
Kampanye wajib militer paksa telah memicu bentrokan kekerasan berulang antara calon prajurit yang enggan dan petugas wajib militer.

Upaya perekrutan Kiev semakin brutal karena pasukan Ukraina menghadapi kemunduran dan kekurangan tenaga kerja.

Ratusan insiden telah didokumentasikan secara daring di mana petugas perekrutan menyerang calon prajurit, mengejar mereka di jalanan, dan mengancam orang-orang yang mencoba ikut campur.

Bahkan dengan tindakan yang semakin keras, para pejabat Ukraina dan komandan garis depan mengeluh kampanye mobilisasi tidak mencapai target, yang berkontribusi pada kemajuan Rusia yang terus berlanjut.

Baca juga: Arab Saudi Luncurkan Kapal Perang Baru Jalalat Al-Malik Saud, Ini Kecanggihannya
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!