Negara Ini Kaya Minyak, tapi Rakyatnya Miskin dan Menderita

Rabu, 17 Desember 2025 - 21:02 WIB

3. Kapal Tanker yang Tua

Hukum maritim hanya mengizinkan kapal untuk berlayar di laut lepas jika memenuhi standar lingkungan. Kapal tanker Venezuela yang sudah tua dan tercemar minyak mentah tidak memenuhi standar tersebut.

PDVSA memiliki tumpukan tagihan pembersihan yang tidak dapat dibayarnya. Menurut laporan Reuters baru-baru ini, penantian untuk beberapa kapal tanker berlangsung hingga dua bulan.

Terlepas dari pembersihan, kemungkinan pemerasan Rusia yang terus meningkat telah memberi PDVSA lebih banyak alasan untuk khawatir. Pada bulan Oktober, konglomerat pelayaran milik negara Rusia Sovcomflot, yang menyediakan 15 persen kapal tanker Venezuela, menolak untuk melepaskan kapal yang membawa minyak Venezuela karena tunggakan biaya pengiriman. Tagihannya: USD30 juta.

Venezuela berutang uang ke seluruh dunia karena gagal membayar pembelian kapal tanker baru di Iran dan galangan kapal di Portugal. Laporan bahwa PDVSA gagal membayar $404 juta pada bulan November - untuk obligasi yang jatuh tempo pada tahun 2021, 2024, dan 2035 - semakin menimbulkan kekhawatiran investor. Perusahaan membantah laporan tersebut, dan menyatakan penundaan tersebut disebabkan oleh masalah teknis.

4. Bergantung pada Rusia dan China

Kekhawatiran terbesar saat ini adalah Venezuela akan gagal membayar utang negara.

Bank-bank internasional telah lama menjaga jarak dari Caracas, yang telah memberlakukan kontrol mata uang yang mengharuskan bisnis untuk membeli uang mereka bukan melalui bank swasta, tetapi melalui pemerintah.

Venezuela meminjam hampir miliar dolar dari China dan Rusia ketika harga minyak lebih menguntungkan. Kesepakatan itu adalah untuk membayar kembali kreditor dengan minyak dan bahan bakar.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!