4 Bukti Perang Rusia dan NATO Akan Terjadi pada 2029

Rabu, 03 Desember 2025 - 18:06 WIB
Untuk memahami posisi Amerika, Freuding menjelaskan bahwa ia kini mengandalkan Kedutaan Besar Jerman di Washington, di mana "ada seseorang yang mencoba mencari seseorang di Pentagon."

Dari perspektif para pakar keamanan Jerman di Bundeswehr, menurunnya dukungan dari AS datang di saat yang paling buruk: ketika mereka memantau pergerakan pasukan Rusia setiap hari dan menilai apakah Putin mungkin mengambil risiko menyerang negara NATO. Hingga muncul keraguan semakin meningkat mengenai apakah seorang presiden AS akan membela Eropa.

Baru-baru ini, duta besar AS untuk NATO mengatakan bahwa ia ingin melihat Jerman mengambil alih peran kepemimpinan NATO dari AS di masa mendatang. Para ahli melihat hal ini sebagai tanda lebih lanjut bahwa Washington dapat menarik diri dari aliansi tersebut dalam jangka panjang.

4. Menambah Jumlah Tentara Baru

Untuk mencegah potensi serangan Rusia di wilayah NATO, Bundeswehr harus "siap tempur" pada tahun 2029. Ini berarti pasukannya harus diperkuat dan dimodernisasi secara signifikan, baik dari segi personel maupun peralatan.

Bundeswehr saat ini memiliki antara 181.000–182.000 tentara aktif dan secara resmi diperkirakan akan bertambah menjadi sekitar 203.000.

Untuk mencapai hal ini, pemerintahan Kanselir Friedrich Merz telah memberlakukan kembali wajib militer sukarela. Pria dan wanita muda yang lahir pada tahun 2008 atau setelahnya akan menerima surat dari Bundeswehr yang mengundang mereka untuk mendaftar, meskipun hanya pria yang diwajibkan untuk menanggapi.

Meskipun wajib militer yang diberlakukan kembali pada awalnya akan tetap bersifat sukarela, target yang jelas telah ditetapkan untuk perluasan personel Bundeswehr. Jika target ini tidak tercapai, Bundestag dapat memutuskan untuk mewajibkan wajib militer.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!