Trump Perintahkan Tutup Wilayah Udara Venezuela, Akankah Invasi AS Dimulai?

Sabtu, 29 November 2025 - 21:09 WIB
AS telah menuduh, tanpa memberikan bukti, bahwa kapal-kapal yang dibomnya mengangkut narkoba.

Para pemimpin Amerika Latin, pakar hukum internasional, dan anggota keluarga korban, serta beberapa anggota Kongres AS, menggambarkan serangan AS tersebut sebagai pembunuhan di luar hukum, dengan mengklaim bahwa sebagian besar korban tewas adalah nelayan.

Kekhawatiran kini berkembang bahwa Trump akan menggunakan pengerahan militer di wilayah tersebut – yang mencakup ribuan tentara AS, sebuah kapal selam nuklir, dan sekelompok kapal perang yang mengawal USS Gerald R. Ford, kapal induk tercanggih milik Angkatan Laut AS – untuk melancarkan serangan terhadap Venezuela dalam upaya menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Baca Juga: Akar Permasalahan Kekalahan Ukraina Adalah Korupsi

AS menuduh Maduro melakukan perdagangan narkoba, sementara presiden Venezuela menuduh pemerintah AS "mengada-adakan perang abadi baru" terhadapnya.

Sebelumnya, pengumuman Trump ini menyusul keputusan Venezuela untuk mencabut izin operasi enam maskapai penerbangan internasional setelah mereka menangguhkan penerbangan ke negara tersebut menyusul peringatan AS tentang risiko wilayah udara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!