Militer China: Jepang Akan Bayar Mahal Jika Lewati Batas Terkait Taiwan!
Jum'at, 28 November 2025 - 13:26 WIB
Ketika ditanya tentang langkah Jepang tersebut, yang sebelumnya telah dikritik keras oleh Kementerian Luar Negeri China, Kementerian Pertahanan China mengatakan bahwa cara menyelesaikan masalah Taiwan adalah urusan China dan tidak ada hubungannya dengan Jepang—yang menguasai Taiwan dari tahun 1895 hingga akhir Perang Dunia II pada tahun 1945.
"Jepang tidak hanya gagal untuk merenungkan secara mendalam kejahatan agresi dan penjajahan beratnya di Taiwan, tetapi sebaliknya, menentang opini dunia, mereka justru terbuai dengan khayalan untuk melakukan intervensi militer di Selat Taiwan," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan China Jiang Bin dalam jumpa pers pada Kamis, yang dilansir Reuters, Jumat (28/11/2025).
"Tentara Pembebasan Rakyat memiliki kemampuan yang kuat dan sarana yang andal untuk mengalahkan musuh yang menyerang. Jika pihak Jepang berani melewati batas, bahkan setengah langkah saja, dan menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri, mereka pasti akan membayar harga yang mahal," imbuh dia.
Taiwan telah memerintah sendiri secara demokratis selama puluhan tahun, namun Beijing tetap mengeklaim pulau itu bagian dari China dan akan ditundukkan bahkan dengan kekuatan militer jika perlu. Namun Pemerintah Taiwan menolak klaim teritorial Beijing, dengan mengatakan bahwa hanya rakyat pulau itu yang dapat menentukan masa depan mereka.
Presiden Taiwan Lai Ching-te pekan ini mengumumkan rencana untuk mengeluarkan dana tambahan USD40 miliar untuk pertahanan selama delapan tahun mendatang, yang dikritik China sebagai pemborosan uang yang hanya akan menjerumuskan Taiwan ke dalam bencana.
"Jepang tidak hanya gagal untuk merenungkan secara mendalam kejahatan agresi dan penjajahan beratnya di Taiwan, tetapi sebaliknya, menentang opini dunia, mereka justru terbuai dengan khayalan untuk melakukan intervensi militer di Selat Taiwan," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan China Jiang Bin dalam jumpa pers pada Kamis, yang dilansir Reuters, Jumat (28/11/2025).
"Tentara Pembebasan Rakyat memiliki kemampuan yang kuat dan sarana yang andal untuk mengalahkan musuh yang menyerang. Jika pihak Jepang berani melewati batas, bahkan setengah langkah saja, dan menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri, mereka pasti akan membayar harga yang mahal," imbuh dia.
Taiwan telah memerintah sendiri secara demokratis selama puluhan tahun, namun Beijing tetap mengeklaim pulau itu bagian dari China dan akan ditundukkan bahkan dengan kekuatan militer jika perlu. Namun Pemerintah Taiwan menolak klaim teritorial Beijing, dengan mengatakan bahwa hanya rakyat pulau itu yang dapat menentukan masa depan mereka.
Presiden Taiwan Lai Ching-te pekan ini mengumumkan rencana untuk mengeluarkan dana tambahan USD40 miliar untuk pertahanan selama delapan tahun mendatang, yang dikritik China sebagai pemborosan uang yang hanya akan menjerumuskan Taiwan ke dalam bencana.
Lihat Juga :