Antisipasi Invasi China, Taiwan Gelontorkan Rp666 Triliun untuk Beli Senjata

Sabtu, 29 November 2025 - 15:06 WIB
Utusan utama AS di Taiwan, Raymond Greene, mengatakan ia "menyambut baik" rencana belanja pemerintah dan mendesak partai-partai politik yang berseteru di pulau itu untuk "menemukan titik temu" dalam meningkatkan pertahanannya.

Lai mengatakan belanja tambahan tersebut akan digunakan untuk pembelian senjata baru dari AS, serta meningkatkan kemampuan Taiwan untuk melancarkan perang asimetris.

Baca Juga: Trump Kecewa dan Jengkel ketika MBS Tegas Menolak Normalisasi Hubungan dengan Israel

Namun, ia mengatakan pengeluaran tersebut tidak terkait dengan negosiasi tarif Taiwan yang sedang berlangsung dengan AS, dan menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah untuk "menunjukkan tekad Taiwan untuk mempertahankan" dirinya sendiri.

Komentarnya juga menyusul persetujuan AS awal bulan ini untuk suku cadang dan komponen senilai USD330 juta dalam penjualan militer pertama Washington ke Taiwan sejak Trump kembali ke Gedung Putih.

Lai, yang memimpin Partai Progresif Demokratik (DPP), sebelumnya telah menyusun rencana untuk meningkatkan belanja pertahanan tahunan hingga lebih dari 3 persen dari produk domestik bruto tahun depan dan 5 persen pada tahun 2030.

Trump telah menuntut Taiwan untuk meningkatkan belanja pertahanannya hingga 10 persen dari PDB, proporsi yang jauh di atas pengeluaran AS atau sekutu utamanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!