Senator Australia Kenakan Burka di Parlemen sebagai Protes, Aksinya Dicap Rasis

Selasa, 25 November 2025 - 08:11 WIB
Ini menandai kedua kalinya Hanson mengenakan burka di Parlemen, mengulangi taktik yang pertama kali digunakan pada tahun 2017 untuk mendorong rancangan undang-undang serupa.

Insiden ini memicu kembali perdebatan tentang Islamofobia dalam politik Australia dan menimbulkan kekhawatiran tentang normalisasi sentimen anti-Muslim. Partainya Hanson menggandakan perwakilannya di Senat dalam pemilihan federal Mei 2025, menandakan peningkatan dukungan untuk platform anti-imigrasi dan nasionalis.

Hanson, yang mewakili Queensland, diteriaki rekan-rekannya. Teriakan "malu padamu" dan "keluarkan dia" ramai terdengar, membuat sidang Parlemen kacau balau akibat aksi "sangat ofensif" tersebut.

Dalam sebuah video terlihat seorang senator bertanya kepada Hanson saat dia duduk, "Apakah Anda tahu betapa berbahayanya Anda bagi negara ini?". Senator lainnya menuduh Hanson sengaja mencari perhatian.

Penny Wong, Menteri Luar Negeri yang juga pemimpin Senat dari Partai Buruh yang berkuasa, berbicara langsung kepada Hanson selama keributan tersebut.

"Apa pun keyakinan kami, tindakan tidak hormat yang Anda lakukan sekarang tidak pantas bagi seorang anggota Senat Australia," katanya.

Wong kemudian mengajukan mosi resmi untuk menangguhkan Hanson, yang didukung oleh para senator dari kedua partai besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!