Kisah Pangeran Brunei Jefri Bolkiah Hidup Mewah dengan 40 Selir Cantik di Istana
Minggu, 23 November 2025 - 09:20 WIB
Sang pangeran dulunya menjabat sebagai kepala Badan Investasi Brunei (BIA). Namun, kejayaannya runtuh ketika dia dituduh melakukan pencurian oleh pemerintah Brunei yang dipimpin kakaknya. Menurut pemerintah, Jefri telah menggelapkan dana sebesar USD14,8 miliar selama masa jabatannya sebagai menteri keuangan antara tahun 1986 hingga 1998.
Namun, pangeran playboy itu mengeklaim Sultan Hassanal Bolkiah telah mengizinkan penarikan uang apa pun, tetapi sang kakak. Hal itulah yang menyebabkan kedua bersaudara itu berselisih selama bertahun-tahun.
Meskipun sang pangeran menyangkal melakukan kesalahan, dia kemudian menyetujui penyelesaian hukum dengan menjanjikan pengembalian aset-asetnya termasuk mobil, kapal, pesawat, dan lebih dari 100 lukisannya—lalu meninggalkan negara itu.
Jefri kemudian mulai tinggal di sebuah rumah bernilai jutaan poundsterling di London dekat Regent's Park. Rumah itu merupakan salah satu aset yang coba disita BIA, menurut laporan The Telegraph.
Dia pernah berbicara dari kediaman berpagar tersebut—yang memiliki ruang makan berkapasitas 48 orang—pada tahun 2008, "Saya memang bukan malaikat, tetapi saya telah menjadi kambing hitam."
Meskipun telah berjanji mengembalikan aset-asetnya kepada negara, Jefri diklaim masih menghamburkan uang— yang menyebabkan Sultan Hassanal Bolkiah menghabiskan waktu bertahun-tahun dan ratusan juta dolar untuk mengungkap kekayaan sang adik.
Pada tahun 2008, Pangeran Jefri dipanggil oleh pihak berwenang Inggris, tetapi tidak menanggapi.
Surat perintah penangkapan pun dikeluarkan untuknya dan setelah bungkam. Namun, dia akhirnya berdamai dengan kakaknya dan kembali ke Brunei.
Namun, pangeran playboy itu mengeklaim Sultan Hassanal Bolkiah telah mengizinkan penarikan uang apa pun, tetapi sang kakak. Hal itulah yang menyebabkan kedua bersaudara itu berselisih selama bertahun-tahun.
Meskipun sang pangeran menyangkal melakukan kesalahan, dia kemudian menyetujui penyelesaian hukum dengan menjanjikan pengembalian aset-asetnya termasuk mobil, kapal, pesawat, dan lebih dari 100 lukisannya—lalu meninggalkan negara itu.
Jefri kemudian mulai tinggal di sebuah rumah bernilai jutaan poundsterling di London dekat Regent's Park. Rumah itu merupakan salah satu aset yang coba disita BIA, menurut laporan The Telegraph.
Dia pernah berbicara dari kediaman berpagar tersebut—yang memiliki ruang makan berkapasitas 48 orang—pada tahun 2008, "Saya memang bukan malaikat, tetapi saya telah menjadi kambing hitam."
Meskipun telah berjanji mengembalikan aset-asetnya kepada negara, Jefri diklaim masih menghamburkan uang— yang menyebabkan Sultan Hassanal Bolkiah menghabiskan waktu bertahun-tahun dan ratusan juta dolar untuk mengungkap kekayaan sang adik.
Pada tahun 2008, Pangeran Jefri dipanggil oleh pihak berwenang Inggris, tetapi tidak menanggapi.
Surat perintah penangkapan pun dikeluarkan untuknya dan setelah bungkam. Namun, dia akhirnya berdamai dengan kakaknya dan kembali ke Brunei.
(mas)